Skip to main content

Bisnis Reseller atau Dropship

 Berbisnis online sudah menjadi hal biasa dilakukan oleh anak-anak muda zaman sekarang. Tujuan berbisnis pun berbeda misalnya menambah uang saku. Model bisnis reseller atau dropship cukup populer ditengah masyarakat.

Meskipun berbeda tetapi tetap saja banyak yang tergiur melakukannya karena keuntungan yang menyilaukan. Apalagi banyak yang mengatakan jika dropship yang menguntungkan. Agar tidak penasaran mending reseller atau dropship mari simak penjelasan berikut ini.

Perbedaan Reseller dan Dropship

Meskipun bisnis online populer digeluti oleh anak muda, masih ada saja yang bertanya apa itu reseller. Reseller merupakan suatu model bisnis yang mana untuk menjadi penjual tidak perlu memiliki stok saat bertransaksi.

Akan tetapi syarat mutlak menjadi reseller yakni telah menjalin kerjasama dengan pemiliki bisnis jika ada pesanan datang. Sehingga reseller akan memperoleh potongan harga jika ada produk terjual.

Ketika menjadi reseller maka tidak serta merta dapat menjual harga produk setinggi mungkin. Meskipun telah membeli produk dari pemilik bisnis pada harga tertentu, untuk menjualnya lagi tidak boleh melebihi ketentuan harga produk.

Dalam hal ini selisih harga boleh-boleh saja asalkan tidak terlampau jauh dari harga jual asli. Umumnya selisih harga dari penju

Reseller atau Dropship
Reseller atau Dropship

alan tersebut sangat menggiurkan. Terutama jika Anda berhasil menjual banyak produk kepada pelanggan.

Selanjutnya adalah apa itu dropship ? Perlu ditegaskan lagi bahwa model bisnis dropship jauh berbeda dengan sistem reseller. Dimana dalam berjalannya kegiatan dropship pihak ketiga menjalin kerjasama dengan pemilik toko guna menjualkan produk.

Akan tetapi dropshipper tidak dapat menentukan harga sesuka hati karena pemilik bisnis sendiri yang melakukan pengiriman produk. Sehingga dropshiper sering kali disamakan dengan perantara semata. 

Keuntungan dropshipper hanya ditentukan oleh pemilik bisnis sesuai dengan harga produk. Sehingga dapat dipastikan jika keuntungan dropship tidak setara atau lebih kecil dari reseller. Semua hal-hal mengenai profit dan penjualan produk hanya ditentukan oleh pemilik bisnis.

Bisnis Reseller atau Dropship Mana Lebih Menguntungkan?

Bisnis reseller atau dropship singkatnya adalah model bisnis yang menghadirkan keuntungan. Namun, tidak dipastikan bahwa kedua model tersebut sama-sama menguntungkan karena masih ada resiko. Misalnya produk rusak saat dalam pengiriman dan produk cacat.

Akan tetapi diantara kedua metode tersebut diakui bahwa dropsih lebih memiliki banyak keuntungan daripada reseller. Alasan utamanya karena seorang dropshipper tak perlu bersusah payah mengelola stok menjual produk.

Kemampuan utama yang wajib dimiliki dropshipper yakni skill komunikasi dan marketing untuk menarik pelanggan. Perpaduan kedua skill tersebut sangat apik untuk menciptakan profit yang maksimal. 

Apabila dilihat rumusannya dalam bisnis dropship, makin banyak produk terjual berbanding lurus dengan pemasukkan dropshipper. Jadi, tidak heran para dropshipper berlomba-lomba beriklan untuk menjual produk. Berikut ini keuntungan dropshipper yang dinilai menggiurkan.

Tidak ambil pusing karena memikirkan stok produk, sebab semua stok produk telah diurus pemilik produk sendiri.

Pengemasan produk dilakukan oleh pemilik bisnis sehingga tidak sibuk mengemas banyak produk dalam satu waktu.

  • Tidak mengenal kata rugi jika ada produk tidak terjual.
  • Dapat menjalin kerjasama dengan banyak supplier dalam waktu bersamaan
  • Terbebas dari pembukuan dan catatan produk.

Modal Dropshipper

Banyak orang bertanya-tanya apakah dropship butuh modal? Hal tersebut sangat wajar mengingat model bisnis dropship yang menguntungkan. Sebenarnya tidak ada usaha yang tidak membutuhkan modal.

Dalam hal ini cara menjadi dropshiper wajib menyediakan uang sekitar harga produk termahal yang hendak dijual. Misalnya saat menjadi dropship shopee dalam bidang pakaian, uang yang wajib disiapkan sebaiknya cukup untuk membeli beberapa pakaian.

Maksudnya adalah uang tetap tersebut dapat digunakan kapan saja. Dropship yang bekerjasama dengan pemilik produk tidak perlu mengeluarkan uang member seperti para reseller. Apalagi menjadi dropship berbasis online lebih aman, praktis, dan mudah.

Keuntungan yang diperoleh dropship tergantung dari volume penjualan produk dan margin harga. Sehingga sangat disarankan seorang dropshipper untuk meningkatkan penjualan setiap waktu. Margin tidak perlu dipermasalahkan karena dapat menaik seiring berjalannya waktu.

Diantara pilihan menjadi dropship vs reseller justru banyak orang yang memilih menjual produk secara dropship. Seperti itulah gambaran mengenai bisnis reseller atau dropship yang lagi hits ditengah masyarakat. Semoga ulasan diatas bermanfaat.

Kebijakan Komentar: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Admin
Buka Komentar
Tutup Komentar